AnchorLiga: Sebuah Penjelasan…

Apakah AnchorLiga itu?

AnchorLiga adalah sebuah sepakbola fantasi yang tim-timnya dibuat dari penyiar berita dan reporter televisi nasional di Indonesia. Prinsipnya seperti membuat sebuah liga sepakbola, namun dengan pemainnya adalah para penyiar berita dan reporter wanita.

Kenapa AnchorLiga dibuat?

Alasan khususnya? Yah, dalam Brethren Court, kami memang fanatik terhadap para penyiar berita, dan lagipula, hampir semua anggota di thread kami adalah penggemar sepakbola. So, saya mengira, sepertinya menyenangkan apabila kami membuat para presenter kesayangan kami itu untuk dirangkum jadi dalam sebuah klub sepakbola. Yah, seperti itulah awalnya.

Tim apakah yang pertama kali dibuat?

MetroTV. Alasan khususnya? Itu adalah stasiun TV yang 100% berita, dan lagipula banyak sekali presenter di sana, yang cukup untuk bisa membuat tidak hanya sebuah tim, melainkan juga sebuah klub. Lalu, karena kami melihat peluang untuk mengembangkan ini, maka dibuat jugalah klub-klub dari stasiun Televisi lain, dan akhirnya jadilah apa yang disebut dengan AnchorLiga.

Lalu, mengapa ada nama yang bukan presenter yang juga masuk?

Seperti yang dibilang juga, walaupun MetroTV memiliki jumlah nama presenter yang cukup untuk membuat sebuah klub sepakbola, namun situasi serupa tidak kami dapatkan di stasiun TV lain. Di sini perlu ditegaskan bahwa kami tidak hanya ingin membuat sebuah tim, melainkan juga sebuah klub. Memang hanya 11 orang yang dibutuhkan untuk membuat sebuah tim, namun untuk membuat klub, setidaknya harus ada sekitar lebih dari 14 orang.

Oleh karena itu, untuk menutupi kekurangan, kami sengaja mengambil “pemain” lain, yaitu reporter, juga host program jalan-jalan dan program kuliner. Dan usaha ini cukup berhasil untuk menambal beberapa kekurangan. Bahkan, salah satu klub AnchorLiga, yaitu MetroTV Reporter FC adalah yang anggotanya 100% berasal dari tim reporter MetroTV.

Kenapa presenter Artis maupun Program Gossip tidak ikut disertakan?

Ehm…alasan klasik. Tapi bagaimanapun juga, program gossip tidak bisa disamakan dengan program berita, biarpun sasarannya adalah sama-sama memberikan informasi. Lagipula, tidak ada di antara kami yang suka dengan program gossip. Soal kenapa bukan presenter Artis, well, mereka kan sudah terkenal karena keartisannya, so, rasanya sudah tidak perlu diikutkan di sini, toh?

Lalu, kenapa wanita?

Hehehe… Alasan utamanya? Ya, karena kami mayoritas pria. Hehehe… Tapi jujur aja deh, presenter dan reporter wanita banyak lho, dan dari segi kuantitas, cukup mencukupi untuk dibuat satu klub. Dalam kasus, pernah juga ingin bikin tim MetroTV yang presenter pria, tapi jumlahnya tidak mencukupi. Lagipula: Everybody loves beautiful women, kan?

Selain itu, pertimbangan berikutnya adalah…yah, pengin aja bikin tim sepakbola cewek. Bosan kali, tim sepakbola cowok terus, lagipula sekalian menggalakkan sepakbola di kalangan cewek. Rasanya sudah saatnya juga wanita tidak dipandang sebelah mata dalam hal sepakbola. Dan dalam kasus AnchorLiga…hmm, dream teamnya bisa cewek semua, tuh.

Kenapa tidak dicampur saja? Cowok Cewek, gitu?

Pertimbangannya, takutnya bakal tidak adil. Udah itu aja. Gimanapun juga, cowok dan cewek itu secara kodrat beda. Coba misal kalau ada laporan (misal aja, lho) Tommy Tjokro mentekel Tengku Fiola dengan keras, kira-kira perasaan kalian gimana? Walaupun sepakbola emang olahraga keras, sih, tapi apa ya tega?

Bagaimana sih, cara bermainnya?

Ya, seperti main bola biasa. Soalnya kita di sini nggak mau bikin kayak Winning Eleven, tapi kayak Football Manager atau Total Club Manager gitu. Hanya saja, kami menggunakan metode penalaran heuristic, dengan memperhitungkan karakter masing-masing klub dan pemain, juga lawannya, serta bagaimana kira-kira permainan mereka dalam tim.

So, jadi kami mereka-reka sebuah pertandingan, begitu sederhananya. Ke depannya, kami ingin lebih rapi dengan membuatnya dalam game seperti FM atau TCM, sehingga hasilnya pun lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Intinya, diharapkan ini bisa menjadi semacam hasil analisa kami terhadap sebuah program berita jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Siapa saja klub yang sudah dibentuk?

Dari kronologis, ada tim MetroTV NaFC, lalu MetroTV Rep FC (Reporter MetroTV), TransTV, Trans|7, SCTV, dan ANTV. Ke depannya, akan ada lagi yaitu TV1 (d/h Lativi), GlobalTV, dan RCTI. Khusus RCTI, kami beri porsi khusus karena secara kualitas, tim ini cukup bagus dan cukup sayang kalau harus absen gara-gara jumlah pemain tidak cukup.

Tidak takut kalau diprotes sama Presenter ybs?

Saya kira kami di sini tidak membicarakan hal-hal yang negatif, dan percayalah bahwa semua di AnchorLiga adalah diperlakukan secara terhormat, karena bagi saya, juga kami semua, sepakbola adalah sesuatu yang agung dan sangat indah.

Kami bahkan secara terus terang berkata kepada para presenter atau newsperson yang melihat post ini, mohon bisa tidakmemberikan kami saran, sehingga kami bisa membentuk tim ini dengan lebih baik.

9 Responses

  1. [...] dari artikel ini Untuk lebih lengkapnya silakan kunjungi blog anchorliga persembahan The Brethren [...]

  2. Realm says : I absolutely agree with this !

  3. lalu siapa yang menang nih? :D

  4. kenapa anchorliga seperti liga-liga eropa yang musiman ? kalo menurut aku lebih baik anchorliga seperti turnamen aja macam piala AFF gitu

  5. Sudah dicoba, tapi nanti pertimbangannya, semua tim tidak bisa saling ketemu, begitu…

    Maka itu, walaupun lebih sulit, akhirnya dipilih langkah menggunakan format Liga penuh…

  6. bagaimana kalau nama wasitnya jangan nama mantan jurnalis . so menurutku lebih baik nama wasitnya yg terkenal aja misal purwanto jimmy napitupulu dll dan final anchorliga diselenggarakannya di gelora bung karno aja khan lebih seru

  7. bagaimana kalau nama wasitnya jangan nama mantan jurnalis . so menurutku lebih baik nama wasitnya yg terkenal aja misal purwanto atau jimmy napitupulu ,dll .dan final anchorliga diselenggarakannya di gelora bung karno aja khan lebih seru

  8. kapan final anchorliga 2008 ? siapa aja timnya ?

  9. Bikin juga yg badminton dong, biar tmbh seruu . . . Hehe

Leave a Reply